Ilusi Deviden Saham (Saham Bonus)Akhir-akhir ini banyak emiten yang mengumumkan pembagian deviden saham atau saham bonus. Harap hati-hati bahwa walaupun sama-sama deviden, yang namanya deviden saham sama sekali berbeda dampaknya bagi investor..!
Deviden saham memberi ilusi bahwa kondisi keuangan emiten lumayan bagus sehingga mampu bayar deviden. Hal ini sebenarnya hanya terjadi pada pembayaran deviden kas, dimana perusahaan harus mengeluarkan kas. Akibatnya pembayaran deviden kas memberi sinyal positif kepada investor karena perusahaan mampu memperoleh kas, yang terutama datang dari operasi. Sebaliknya jika yang dibagikan saham bonus, perusahaan tidak melakukan transfer value ke investor. Jadi tidak perlu upaya apa-apa dari perusahaan untuk bagi deviden saham.
Dalam pembagian deviden saham yang terjadi adalah 'tipu-tipu' akuntansi saja. Untuk deviden kas, pencatatan akuntansi yang terjadi adalah pengurangan saldo kas dan saldo laba ditahan, dengan kata lain di neraca perusahaan terjadi pengurangan aktiva dan pengurangan ekuitas pemilik. Namun untuk deviden saham, yang terjadi adalah pemindahbukuan akun-akun ekuitas pemilik. Di sini saldo laba ditahan dikurangkan dan sebagai lawannya saldo modal saham ditambahkan. Karena kedua akun ini adalah akun dalam ekuitas pemilik, secara bersih tidak ada perubahan apa-apa di ekuitas pemilik ataupun di aktiva dalam neraca perusahaan.
Oleh karena itu investor patut waspada terhadap emiten yang memberikan saham bonus. Jangan-jangan justru terjadi masalah dalam emiten sehingga perlu mengecoh investor bahwa perusahaan berkondisi baik. Bagi investor sendiri dampak saham bonus ini tidak ada bedanya dengan stock split. Untuk mengetahui lebih jauh dampak saham bonus terhadap harga saham anda dapat melihat dalam artikel Ask Samuel tentang hal ini.
(S)