| Login| Account Aplication | Help | Home |
Cari di Samuel
Online Trading Markets Quote & Research Bonds Knowledge Center Products
English Version
     e-Samuel > Knowledge Center > Education Today
Education Today
Ask Samuel
Investment Guide
Financial Tools
Stock Finder
Glossary
About Us
About Our Site
My Samuel
Contact Us

Save your investment by making your knowledge better!
Education for Today
P/E Versus EV/EBITDA

Kalau kita sering membaca analisis fundamental saham dari rekomendari para analis saham kita sering menjumpai rasio baik P/E maupun EV/EBITDA. Apakah yang kegunaan keduannya? Dan apa perbedaan kedua rasio tersebut?

Seperti pernah kita bahas dalam artikel tentang P/E atau Price Earning Ratio sebelumnya, rasio P/E berguna untuk menilai murah atau mahalnya suatu saham. Banyak sekali investor hanya mengambil P/E sebagai pembanding dan beranggapan bahwa P/E rendah berarti perusahaan tersebut dijual dengan harga murah. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Sebab seringkali P/E yang rendah dibandingkan industri malah mengindikasikan adanya masalah pada perusahaan tersebut. Selain P/E menjadi kurang relevan menilai kinerja operasional perusahaan karena distorsi angka laba (rugi) bersih akibat penerapan metode akuntansi pada item laba (rugi) ataupun akibat selisih kurs.

Maka sebagai alternatif, para fundamentalis sering menggunakan EV/EBITDA sebagai pengganti P/E. Seperti namanya rasio ini diperloleh dengan membagi EV (Enterprise Value) dengan EBITDA (Earning Before Interest Tax and Depreciation).

EV berusaha untuk mendapatkan valuasi yang wajar terhadap perusahaan dengan rumus:

EV   =   Kapitalisasi Pasar + Utang Yang Dikenakan Beban Bunga - Kas

Kapitalisasi Pasar   =   Harga Saham x Jumlah Saham Beredar

Logikanya, EV menilai perusahaan dengan mencari harga pasar dari sisi kiri neraca perusahaan, yaitu nilai ekuitas dan nilai utang, dan kemudian dikurangi posisi kas perusahaan, yang dimaksudkan untuk mencari nilai bersih dari utang tadi. Dengan demikian ukuran EV lebih fair jika dibandingkan harga saham saja dalam memvaluasi harga wajar perusahaan.

EBITDA, yang perdefinisi yaitu laba sebelum (ditambahkan kembali dengan) beban bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi, berusaha mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas yang benar-benar dihasilkan dari aktivitas operasi. Dibandingkan dengan Laba Bersih, EBITDA yang biasanya diambil dari arus kas operasi juga lebih fair dalam mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba karena bebas dari distorsi penerapan metode akuntansi terhadap item laba(rugi).

Dengan demikian, EV/EBITDA dapat digunakan sebagai alternatif P/E dalam mengukur mahal atau murahnya suatu saham dibanding perusahaan lain dalam industri yang sama.

Archive Search:
List of Education for Today Articles
Stock Split dan Reverse Stock Split

Mengukur PDB

Financial Leverage

EBITDA: Valuasi berdasarkan Arus Kas

Buyback Saham

Ilusi Deviden Saham (Saham Bonus)

Waran

Rights Issue: Cara murah peroleh financing

Penerbitan Saham Baru (Rights issue)

Menghitung P/E


Online Trading | Markets | Quote & Research | Bonds | Knowledge Center | Products
About Us | About Our Site | My Samuel | Contact Us | Ask a Question | Stock Tournament & Game | Financial Tools | IPO Center | Calendar
Login | Account Aplication | Help | Home

Market data for delayed quotes and charts is provided by Jakarta Stock Exchange. By using this service, you agree to the terms of the Use Agreement.
© 2000 Samuel Sekuritas Indonesia. All rights reserved.
Member of JSX & SSX.