Ayo Beramai-ramai Membeli IPO
Sekarang mungkin Anda mengatakan pada diri Anda sendiri: "Ya! Saya sudah siap berinvestasi di IPO!", setelah Anda membaca tulisan mengenai "Membaca Prospektus". Anda pasang mata dan telinga baik-baik untuk mendapatkan berita IPO baru, dan kalau Anda kehilangan kesempatan untuk ikut berpartisipasi meramaikan perburuan saham IPO yang dikeluarkan emiten yang bonafid, Anda menyesal setengah mati.
Lumrah saja bila Anda mengalami hal tersebut. Sebelum Anda sudah banyak investor yang mengalami hal yang sama. Tiap kali ada emiten yang diketahui memiliki fundamental yang baik dan prospek perkembangannya cerah di masa depan, menawarkan penjualan saham IPO baru, terjadi antrian panjang untuk memesan pembeliannya. Bahkan pada awal tahun 1990-an terjadi booming IPO, dimana pada saat itu orang rela membeli fotokopi Kartu Tanda Penduduk milik orang lain sampai seharga Rp 50,000 cuma agar ia bisa mendapatkan bagian atas penjatahan saham.
Namun, jika Anda melihat secara historis, saham-saham IPO yang banyak dikejar orang pada awal penawarannya, setelah beberapa tahun diperdagangkan di lantai bursa ternyata turun harganya di bawah harga penawaran. Mestinya Anda tidak heran, sebab efek yang ditawarkan pada IPO merupakan efek yang beresiko tinggi, meskipun reward yang diperoleh tinggi pula. Di atas itu semua, bagi seorang investor seperti Anda, yang penting adalah kehati-hatian dalam memilih IPO yang hendak dibeli, sehingga Anda bisa mendapat gain yang besar. Jangan sampai Anda menyesal dengan keputusan yang Anda buat.
Jadi kini Anda sudah benar-benar siap untuk berinvestasi di IPO. Anda sudah mempunya informasi mengenai IPO terbaru dan Anda tahu IPO tersebut terlalu bagus untuk dilewatkan. Anda membidiknya. Namun, Anda memiliki satu masalah kecil, bagaimana berinvestasi melalui IPO.
Anda tidak perlu khawatir. Dengan membaca langkah-langkah membeli IPO saham dan IPO obligasi, Anda akan bisa mengatasi masalah minor tersebut. Akhirnya selamat berburu IPO!!!