Tuesday, May 14, 2002
Bagaimana Pengaruh Dikeluarkannya T-Bill Terhadap Pasar Obligasi?

Kami perkirakan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) masih akan turun terus, sehubungan dengan adanya upaya pemerintah untuk membawa SBI hingga ke level 15%-an atau bahkan lebih rendah, dengan rencana dikeluarkannya T-bills dengan total nilai Rp.3,2 trilyun sebagai pengganti obligasi rekap yang jatuh tempo Juni 2002. T-Bills tersebut diperkirakan akan dikeluarkan pada pertengahan Juni 2002 dengan tingkat bunga pada kisaran 17%-an.

Yang perlu diperhatikan dari penjualan T-Bills tersebut adalah siapa yang boleh membeli? jika publik yang menjadi target investor, maka patut dipikirkan dari manakah sumber dananya, perbankan? pasar modal? Karena nampaknya T-Bills akan menjadi substitusi yang kompetitif bagi saham dan produk perbankan.

Jika benar T-bill tersebut mempunyai tingkat bunga sebesar 17%-an maka diperkirakan juga akan berpengaruh terhadap pasar obligasi. Saat ini tingkat bunga obligasi dengan peringkat A adalah sekitar 18%-18.5%. Tentunya para investor akan lebih memilih membeli T-bill yang bisa dianggap investasi yang risk-free dibandingkan dengan obligasi yang menawarkan tingkat bunga sedikit diatas tingkat bunga T-bill tersebut. Apalagi juga belakangan ini para investor obligasi dihantui oleh kemungkinan default dari emiten. Dengan demikian tentunya para investor obligasi akan lebih selektif dalam membeli obligasi mana yang masih layak dibeli.

Melihat kemungkinan tersebut maka bagi para emiten yang berniat mengeluarkan obligasi harus memberikan tingkat bunga yang menarik ataupun memberikan kelebihan-kelebihan lain dalam rangka melindungi investor seperti cadangan dana sinking fund, jaminan dan lain-lain. Sedangkan bagi pasar obligasi di secondary market diperkirakan akan melakukan adjustment dengan penurunan harga sehingga yield-nya menjadi tinggi kembali.

Kami perkirakan jika T-bill mempunyai tingkat bunga 17%-an maka yield untuk obligasi dengan peringkat A untuk perusahaan BUMN agar tetap menarik adalah sekitar 18.5%-19.5%. Sedangkan untuk perusahaan yang bukan BUMN mungkin bisa lebih tinggi.

Namun demikian kami masih meragukan bahwa T-bill tersebut akan mempunyai spread sampai 300 bp diatas SBI. Sebagai perbandingan di Amerika Fed Discount Window dengan T-bill 1 tahun spread-nya cuma beda 25-50 bps.