Tuesday, April 23, 2002
66 Persen Obligasi Jatuh Tempo 2002 Akan Default

Pada tahun 2002 ini diperkirakan sekitar 66% dari total obligasi yang jatuh tempo, diperkirakan akan mengalami default atau gagal bayar. Total jumlah nominal obligasi yang jatuh tempo adalah sebesar Rp 4.8 triliun, jadi hanya sekitar Rp 1.65 triliun saja yang akan dilunasi tepat pada waktunya oleh emiten.

Obligasi-obligasi yang kemungkinan default diantaranya adalah obligasi grup Mulia, Sinarmas Multifinance, Duta Pertiwi, Pudjiadi Prestige, Suryamas Dutamakmur, Barito Pacific, Jakarta International Hotel & Development dan Bakrie Finance. Sedangkan obligasi yang diperkirakan dapat memenuhi kewajibannya adalah Bank DKI, Bank NISP, Perum Pegadaian, Bank Nagari, dan BTN.

Di sisi lain saat ini banyak perusahaan-perusahaan yang menawarkan obligasinya di tahun 2002 ini. Sebut saja misalnya Jasa Marga (Rp 400 miliar), Pegadaian (Rp 300 miliar), Astra Sedaya (Rp 400 miliar), Oto Multiartha (Rp 300 miliar), Pupuk Kaltim (Rp 600 miliar), kemudian akan menyusul Telkom, PLN, Indosat dan lain-lain.

Jika dilihat maka obligasi-obligasi baru tersebut jumlahnya lebih besar dibandingkan jumlah obligasi yang jatuh tempo yang akan dilunasi tepat waktu. Namun kami tetap optimis bahwa obligasi-obligasi tersebut akan dapat diserap oleh pasar terutama obligasi-obligasi BUMN ataupun swasta yang mempunyai prospek bisnis yang bagus. Hal ini juga mengingat banyak bank-bank, perusahaan asuransi ataupun dana pensiun yang kelebihan dana untuk disalurkan ke obligasi.

Banyaknya IPO obligasi baru dan kemungkinan juga banyaknya obligasi yang mengalami default ini tentunya akan mendorong para fund manager untuk berhati-hati dalam memilih obligasi sehingga pada saatnya tidak terjadi default. Ada kemungkinan obligasi-obligasi second liner akan turun karena para fund manager akan melakukan switching ke obligasi-obligasi baru tersebut.